Paradigma Pendidikan Digital
Oleh : Syaiful Rahman
Artikel,Paradigma dalam disiplin
intelektual diartikan cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang
akan mempengaruhi dalam berfikir, bersikap dan bertingkah laku. Sedangkan
pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 diartikan usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasan belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta
ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Paradigma pendidikan merupakan cara pandang yang dilakukan oleh
orang melalui proses berfikir tentang proses pembelajaran yang didalamya
terdapat komponen peserta didik , pendidik, sumber belajar, cara/metode dan
strategi pembelajaran,sistem kurikulum, serta tujuan yang ingin di capai dalam
pembelajaran.
Komponen-komponen pendidikan diatas dalam hal ini kita
kerucutkan pada pembelajaran mengalami transformasi dinamis yang selalu
mengalami pergerakan mengikuti grafik perubahan teknologi. Evolusi dan revolusi
teknologi penyampaian pesan mulai dari jaman ke jaman mengalami perkembangan.
Mulai dari menggunakan daun lontar, surat kertas,telegram, telepon,
radio/televisi, internet. Seiring dengan perubahan tersebut maka peradaban
pendidikanpun turut berubah bergerak seperti “grafik eksponensial”.
Cara pandang peserta didik akan kebutuhan pendidikannya berubah
seiring dengan transformasi teknologi. Di era sebelum tahun 1990-an untuk
membaca artikel atau materi pelajaran kita harus mengunjungi perputakaan yang
terkadang buku yang kita butuhkan belum tentu ada, kalaupun ada kita terbatas
untuk meminjam dan membacanya. Sudah jauh berbeda dengan keadaan sekarang,
teknologi memberi kemudahan akses kepada manusia. Kapan, dimana dan informasi
apa yang kita inginkan dapat diakses dengan dengan cepat sehingga peserta didik
membutuhkan cara belajar baru.
Dari fakta empiris diatas tentunya pendidikpun harus bisa
mengimbangi untuk adaptif terhadap perubahan. Sumber belajar, cara/metode dan
strategi pembelajaran, sistem kurikulum turut mengalami pembaharuan menuju era
digital. Sehingga paradigma lama pendidikan otomatis akan bergeser kedalam
paradigma baru pendidikan yang ditandai dengan :
1. Pembelajaran dari teacher centered learning (TCL) menuju student centered learning (SCL)
2. Kelas konvensional/tradisional menjadi kelas digital
3. Guru sebagai fasilitator dan penggerak dalam era perkembangan teknologi, guru bukan sebagai sumber utama belajar
4. Siswa belajar menggunakan teknologi ( perangkat interaktif / internet dan komputer) serta berinteraksi dalam lingkungan digital.
5. Pembelajaran online (mobile learning ,internet, e library) dan pembelajaran offline (anjungan belajar mandiri, pembelajaran berbasis komputer, book reader)
1. Pembelajaran dari teacher centered learning (TCL) menuju student centered learning (SCL)
2. Kelas konvensional/tradisional menjadi kelas digital
3. Guru sebagai fasilitator dan penggerak dalam era perkembangan teknologi, guru bukan sebagai sumber utama belajar
4. Siswa belajar menggunakan teknologi ( perangkat interaktif / internet dan komputer) serta berinteraksi dalam lingkungan digital.
5. Pembelajaran online (mobile learning ,internet, e library) dan pembelajaran offline (anjungan belajar mandiri, pembelajaran berbasis komputer, book reader)
Paradigma pendidikan akan terus bergeser, bergerak seiring
dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Maka dari itu pendidik dalam hal ini
sebagai pointer pelaksana pembelajaran dituntut terus beradaptasi dan kritis
sehingga kebutuhan peserta didik akan pendidikan dapat diarahkan sesuai dengan
tujuan pendidikan.
Dalam dunia pembelajaran, peran pedagogik oleh guru sangat
dibutuhkan. Mendidik berhubungan dengan ajaran tingkah laku, tuntunan, akhlak
dan kedewasaan berfikir. Peran mendidik oleh guru tak akan tergantikan oleh
kecanggihan mesin atau teknologi. Tetapi bagaimana peran pedagogik ini juga
bisa beradaptasi dengan era digital sehingga nantinya peserta didik mampu
berpikir kritis, mampu memilah dan memilih mana yang baik dan bermanfaat dalam
kehidupannya.

Comments
Post a Comment